Chocomous Chocomous -->

Jika Allah Mencintai Seorang Hamba

Dari Abu Hurairah ra dari Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika Allah mencintai seorang hamba, Allah memanggil Jibril: ”Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia,” lalu Jibril mencintainya. Lalu Jibril memanggil penduduk langit: ”Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah ia,” maka penduduk langit mencintainya. Kemudian diletakkan baginya penerimaan di bumi." (HR Al Bukhari, Muslim dan Al Bazzar)

Dan sepertinya, semakin besar cinta Allah pada hamba-Nya, semakin besar penerimaan bagi hamba-Nya tersebut di atas bumi.

Karena sepertinya begitulah yang terjadi pada Rasulullah SAW yang bahkan setelah ribuan tahun, meski tak pernah ditemui, tak diketahui penampilannya, masih saja dicintai penduduk bumi.

Sederhana.. karena Allah mencintainya.

Mendapat penerimaan dari penduduk bumi adalah salah satu tanda cinta Allah. semakin luas penerimaan semakin besar (mungkin) cinta Allah. dan bukan berarti semua bisa menerima karena toh rasul pun punya haters hingga saat ini.

Menjadi yang dicintai Allah, tak ada jalan selain mencintai Allah lebih dulu.

Tujuan Yang Sama

Mau sama-sama satu kota, sama-sama di satu tempat, sama-sama di satu acara, kalo takdirnya gak ketemu, ya gak akan ketemu.

Pun begitu sebaliknya.
Mau beda kota, beda negara, bahkan beda benua. Kalo takdirnya ketemu ya akan ketemu. Cepat atau lambat. Akan bertemu.

Sudah kuasa Allah untuk mempertemukan atau tidak mempertemukan. Itu wilayah Allah.

Yang mempertemukan satu orang dengan orang lainnya bukanlah kota yang sama, atau tempat yang sama. Melainkan tujuan yang sama.

Seperti kata Ustadz Felix, “Selama jalan kita sama, kita pasti akan bertemu, cepat atau lambat.”

Setelah saya renungi kata-kata tersebut, mengingat kejadian-kejadian yang sudah lalu, sungguh, saya merasakan dan mengalaminya. Bahwa itu benar adanya.

Seringkali saya berharap tiba-tiba bisa bertemu dengan seseorang. Atau sebaliknya, berharap tidak bertemu seseorang. Tak jarang kejadiannya tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Ingin bertemu malah tidak bertemu. Tidak ingin bertemu malah bertemu. Dan itu bagian dari ketetapan Allah.

Bahkan bila takdirnya bertemu tapi saat ini bukan waktu yang tepat, ya gak akan ketemu saat ini juga.

Allah tahu sekali mana saja yang baik untuk hambanya. Mana saja waktu yang tepat. Mana saja orang yang tepat.

Dan itu terbukti sekali saat ini. Mashaa Allah.. ada saja rencanaMu untuk tidak mempertemukan kami dengan orang-orang yang takdirnya memang tidak dipertemukan. Dan sungguh, indah sekali skenarioMu untuk mempertemukan orang-orang yang takdirnya memang dipertemukan.

Maha Suci Engkau pembuat sebaik-baik ketetapan. Maha Kuasa Engkau pembuat sebaik-baik jalan hidup seseorang.

Puisi: Hijrah

Berhijrahlah karena Allah
Berhijrahlah untuk mengharap keridhoan-Nya
Tersebab.. akan Allah tinggikan derajat orang-orang yang berhijrah di jalan-Nya

Berhijrahlah karena Allah
Berhijrahlah untuk mengharap keridhoan-Nya
Tersebab.. akan Allah beri kemenangan yang sesungguhnya
Allah berikan kegembiraan. Allah berikan rahmat dan keridhoan
Allah berikan kesenangan yang kekal dalam surga-Nya.

Kekuatan Doa

Saat pertama kali bumi diciptakan, bumi selalu bergoyang, bergoncang & tidak berputar dgn stabil, malah tidak berputar pada paksinya. Perkara ini merunsingkan para malaikat.
Kemudian para malaikat menghadap Allah s.w.t, "Wahai Rabb Yg Maha Mengetahui, mengapa bumi ini bergoyang?" tanya para malaikat.
"Karena belum dipaku." Jawab Allah singkat.
"Lalu, bagaimana Engkau memaku bumi wahai Rabb?" tanya malaikat lagi.
"Aku akan menciptakan gunung ganang."jawab Allah.
Setelah itu, Allah terus menciptakan gunung ganang di berbagai belahan bumi. Apa yg terjadi sememangnya benar. Setelah diciptakan gunung ganang, bumi pun diam kemudian berputar sesuai paksinya. Maka kemudian gunung dikenali sbg paku bumi yg diciptakan Allah s.w.t.  Paku
merupakan benda keras yg terbuat dr besi.
Setelah Allah menciptakan paku bumi yaitu gunung ganang, kemudian para malaikat bertanya lagi, "Ya Rabb, adakah yg lebih kuat dari paku?"
“Ada. yaitu api, yg dgn panasnya dpt melelehkan besi.”
"Adakah yg lbh kuat lg selain api, Ya Rabb?" tanya malaikat.
"Ada, yakni air yg dapat memadamkan api." jawab Allah.
“Jadi Ya Rabb, adakah yg lebih kuat dari air?” sambung malaikat.
“Ada, yaitu angin, yg karenanya dapat membawa air ke mana pun ia berhembus.” jawab Allah lagi.
“Tapi Ya Rabb, adakah yang lebih kuat daripada semua itu (gunung, api, air & angin)?” Malaikat bertanya lagi.
“Ada, yaitu nafas hamba-Ku yg berdoa kepada-Ku. Karena sesungguhnya doa itu mampu mengubah takdir-Ku.” demikian Allah s.w.t menjelaskan.

- Hadis Qudsi

Calon Imam

Bismillah..

Gak tau kenapa tiba-tiba keingetan sama kata-kata ceplosan dua orang temen saya dari jaman yang berbeda. Satu dari jaman putih biru dan satunya lagi dari jaman putih abu. Lagi-lagi persoalan hijrah saya satu tahun terakhir ini, yang menimbulkan mungkin sedikit banyak penilaian dari orang-orang. Terlebih lagi orang yang mungkin sudah lama mengenal ataupun sekedar mengetahui saya. Teman-teman masa sekolah kebanyakan. Bukan hendak show-off dan semacamnya tapi saya hanya ingin merekam apa-apa yang terbesit dalam benak saya.

Ngomongin cinta emang gak ada basinya. Ngomongin jodoh juga gak ada habisnya, apalagi jodoh yang berupa pasangan hidup, selalu akan menjadi topik hangat untuk diperbincangkan kapan saja dimana saja. Apalagi untuk kami, insan-insan yang belum dipertemukan pasangan hidup olehNYA, kami yang masih dalam tahap memantaskan diri, kami yang masih dalam masa penantian. Atau lebih tepatnya.. Saya sedang membicarakan diri saya sendiri. Satu persatu teman-teman yang memang sudah siap dan dipandang siap oleh Allah segera melepas masa lajang mereka. Barakallah ya.. Semoga Allah permudahkan segala hajat mulia teman-teman saya baik yang akan mempersunting maupun yang akan segera dipersunting. Aslinya saya gak pernah mau terlalu ambil pusing masalah jodoh. Karena yang saya yakini jodoh, rezeki, maut adalah HAL yang sudah dijamin oleh Allah. Dan Allah pasti akan memberikan karuniaNYA tersebut pada saat yang tepat dan dengan caraNYA yang paling indah. Sering saya sugestikan diri saya buat apa saya mengkhawatirkan hal - hal yang aslinya sudah dijamin sama Allah, sudah tertulis dalam Lauh mahfudz bahkan sejak saya masih berupa janin dalam kandungan ibu saya. Daripada mengkhawatirkan hal yang sudah pasti lebih baik saya mengkhawatirkan apa-apa yang belum pasti dalam hidup saya kan? Bagaimana jika saya meninggal nanti? Apa saya bisa masuk ke dalam surga Allah dengan hisab yang mudah atau justru sebaliknya? Tapi ya.. Mau bagaimana pun rasa harap cemas mengenai jodoh tentu saja acapkali saya rasakan. Ada satu harap yang saya pendam. Ada satu asa yang saya hanyutkan dalam ikhlas padaNYA. Ada satu kepasrahan yang masih sedang saya perjuangkan.

Demi Masa

Banyak orang yang larut dalam hal-hal yang menghabiskan waktu.
Tapi sebenarnya apa semua orang paham artian makna dari waktu?

Bila kamu ingin tau apa arti 1 tahun, tanyakanlah pada siswa yang tak naik kelas.

Bila kamu ingin tau apa arti 1 semester, tanyalah pada mahasiswa yang telat lulus kuliahnya.

Bila kamu ingin tau arti 1 bulan, tanyalah pada seorang ibu yang melahirkan bayi prematur.

Bila kamu ingin tau arti 1 minggu, tanyalah pada seorang editor koran mingguan.

Bila kamu ingin tau arti 1 hari, tanyalah seorang wanita yang menunggu hari pernikahannnya di esok hari.

Bila kamu ingin tau arti 1 jam, tanyalah pada seorang pengusaha yang terlambat menemui investor potensialnya.

Berikhtiar

Setiap orang memiliki cita-cita atas hidupnya. Ada yang menurut orang lain cita-citanya sangat tinggi, sehingga barangkali akan sangat sakit kalau terjatuh. Ada yang mimpinya unik, entah itu masuk akal atau tidak dan orang-orang cuma bisa tersenyum heran.

Tidak ada yang salah dengan cita-cita, justru kasian sekali orang yang hidupnya tanpa cita-cita. Mimpi dan cita-cita membuat hidup terasa hidup. Karena kita memiliki semangat untuk mewujudkannya suatu saat nanti.

Berikhtiar adalah hal yang tidak terbatas oleh waktu. Mimpi sekecil dan semustahil apapun itu wajib untuk diperjuangkan. Karena kita manusia. Berikhtiarlah tanpa henti. Sampai Allah memutuskan semuanya. Apakah kita harus tetap berjalan lurus pada apa yang sudah kita ihktiarkan, atau kah kita harus berhenti sampai tempat kita singgah sekarang. Allah akan memberi tanda, agar kita tidak berlama-lama menghabiskan waktu dalam kebimbangan dan ketidakpastian.

Allah hanya ingin menguji, seberapa besar keinginan kita terhadap mimpi kita. Jadi bejuanglah, selama kita bisa, selama kita masih bisa. Lalu berhenti jika Allah memintamu berhenti.
Itulah yang terbaik menurut-Nya, dan pasti terbaik untuk kita.
 
Copyright © 2013-2014. Designed by Ismi Islamia Fathurrahmi