Chocomous Chocomous -->

Buih Di Atas Lautan

Rasulullah SAW bersabda, “Akan datang suatu masa, dalam waktu dekat, ketika bangsa-bangsa (musuh-musuh Islam) bersatu-padu mengalahkan (memperebutkan) kalian. Mereka seperti gerombolan orang rakus yang berkerumun untuk berebut hidangan makanan yang ada di sekitar mereka”.

Salah seorang sahabat bertanya: “Apakah karena kami (kaum Muslimin) ketika itu sedikit?”

Rasulullah SAW menjawab: “Tidak! Bahkan kalian waktu itu sangat banyak jumlahnya. Tetapi kalian bagaikan buih di atas lautan (yang terombang-ambing). (Ketika itu) Allah telah mencabut rasa takut kepadamu dari hati musuh-musuh kalian, dan Allah telah menancapkan di dalam hati kalian ‘wahn’.”

Seorang sahabat Rasulullah SAW bertanya: “Ya Rasulullah, apa yang dimaksud dengan ‘wahn’ itu?”

Maximize The Last 10 Days Of Ramadhan

1. Take a vacation for Allah.
We take a break from our jobs for almost everything in life. Why not this time to focus on worshiping and thanking our Creator.

If this is not possible at least take a few days off if you can. This can make it easier to stay awake at night to do extra Ibadah, not having to worry about getting to work the next day. It will also facilitate doing Itikaf.

2. Do I’tikaf.
It was a practice of the Prophet to spend the last ten days and nights of Ramadan in the masjid for I’tikaf.

Those in I’tikaf stay in the masjid all this time, performing various forms of zikr (the remembrance of Allah), like doing extra Salat, recitation and study of the Quran. They do not go outside the masjid except in case of emergencies, therefore, they sleep in the masjid. Their families or the masjid administration takes care of their food needs. I’tikaf of a shorter period of time, like one night, a day or a couple of days is encouraged as well.

3. Make this special Dua.
Aisha, may Allah be pleased with her, said: I asked the Messenger of Allah: ‘O Messenger of Allah, if I know what night is the night of Qadr, what should I say during it?’ He said: ‘Say: O Allah, You are pardoning and You love to pardon, so pardon me.’ (Ahmad, Ibn Majah, and Tirmidhi).

The transliteration of this Dua is “Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annee”

4. Recite the Quran.

Perhaps you can choose Surahs or passages from the Quran, which you have heard in Tarawih this past Ramadan to recite.

If you attend a class where the recitation of the Quran is taught, this is a great time to put your knowledge into practice.

5. Reflect on the meaning of the Quran.

Choose the latest Surah or Surahs you’ve heard in Tarawih and read their translation and Tafseer. Then think deeply about their meaning and how it affects you on a personal level.

Poems: He

he saw me
he got me
he never bothered to get to know me
he didn't respect me
& he oppressed me
he tormented me
& he broke me

But, then HE, who is most high, most perfect, saved me
Protected me & shielded me
it is He, who fixed me
He who will be Just with me
He who has always truly loved me
He who will give, after hardship, ease for me
Al Jabbar,
Al Kareem,
Al Wali
Subhana Wata’ala

Cita-Cita

Bismillah.

Komik. Selain harganya yang udh mahal (pake banget), manfaatnya bagi saya juga hampir tidak ada. Dulu, komik emang jadi temen saya untuk nemenin dimanapun saya berada, as we know dulu kan yang namanya socmed itu masih jarang banget (gak kayak sekarang). Komik juga ngebantu saya ngayal buat ngarang komik yang dulu saya buat di buku tulis (haha!.) Entah dulu saya yang sok jago atau apa, sampe pernah berambisi untuk jadi pembuat komik detective yang famous kayak aoyama & sherlock holmes -__- Karena udah terlalu sok PeDenya, banyak banget cita-cita yang ingin dicapai. Tapi lambat laun, semua itu perlahan-lahan hilang, bahkan benar-benar hilang. Dan entah sejak kapan..ambisi baru pun muncul. Apaa? Surga Firdaus.

Oke, mungkin terdengar tinggi banget ya cita-cita saya? iya, memang. Cita-citanya 'surga' aja udah sulit untuk dicapai, apalagi 'surga firdaus'? huh.

Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya, "Apabila kalian meminta kepada Allah, mintalah surga firdaus". (Sahih. HR Al-Bukhari)

Nah, jadi Rasulullah memang menyuruh kita berdoa kepada Allah untuk meminta surga firdaus. Jadi gak salah dan gak berlebihan bagi seorang muslim untuk meminta surga firdaus. Tapi harus diingat ya, kita gak bisa hanya berdoa dan berharap saja, tapi kita juga harus berusaha untuk mendapatkannya.

Harta Rasulullah

Semenjak Rasulullah SAW diangkat oleh Allah SWT menjadi Utusan-Nya, beliau tidak memiliki harta apapun karena seluruhnya dibelanjakan demi tegaknya Islam. Jika ada orang muslim yang tak punya pakaian mendatangi beliau, beliau biasa meminta bantuan Bilal, yang juga merupakan muadzin beliau, untuk meminjam sesuatu dari orang lain dan membelikan orang itu pakaian dan makanan.

Suatu saat, ada seorang dari kalangan musyrikin datang kepada Bilal. Orang itu mengetahui kebiasaan Rasulullah SAW. Ia berkata, “Wahai Bilal, aku bisa memberimu pinjaman. Karena itu pinjam saja padaku, tak usah kamu pinjam kepada orang lain.” Bilal pun menerima tawaran itu dengan senang hati. Sejak saat itu, Bilal pun terkadang meminjam pada orang itu.

Pada suatu hari, Bilal berwudhu lalu bergegas untuk mengumandangkan adzan, sementara orang musyrik itu sedang berdiri di tengah kerumunan pedagang. Ketika melihat Bilal, ia berseru, “Wahai Orang Habsyi!” Bilal  menjawab, “Ya, ada apa?” Lalu ia berbicara dengan nada yang agak keras, “Tahukah kamu, berapa jarak antara kamu dan bulan depan?!” Bilal menjawab, “Sudah dekat.” Ia balik berkata lagi, “Sesungguhnya jarak antara kamu dan bulan depan adalah empat malam lagi. Pada saat itu aku akan menagih uang yang aku pinjamkan kepadamu. Karena sesungguhnya aku tidak pernah memberikan kamu sesuatu dikarenakan kemuliaanmu atau kemuliaan sahabatmu itu. Kalau kamu tak bisa membayar hutangmu itu, kamu harus menjadi budakku!” Lalu orang itu berlalu.

Fitrah Manusia

Sepintas terpikirkan satu pertanyaan dalam benak "mengapa laki-laki ataupun perempuan menginginkan pernikahan?". Lalu kembali teringat pada ayat al-Quran dalam ar-Ruum (30) ayat 21.

    “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”

Jadi jelas, bahwa pemasangan tiap-tiap hamba-Nya adalah wujud dari kekuasaan Allah. Dengan siapa laki-laki berpasangan, maka itu adlaah bentuk kekuasaan-Nya. Selain ayat ini, mari cermati Kalamullah dalam Ali Imran ayat 14.

    "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)."

Kecederungan terhadap wanita, begitupun kecenderungan wanta kepada laki-laki adalah sebuah fitrah dan anugerah yang Allah berikan. Jadi, sudah seharusnya fitrah ini dipraktekan dengan cara fitrah yang Allah ridhai. Dalam Islam tidak pernah ada kata pacaran apalagi pacaran islami. Dalam Islam, hanya ada 1 ikatan sah dan halal antara laki-laki dan wanita yang saling memiliki kecenderungan yaitu : pernikahan. Sayangnya kebanyakan orang menganggap pacaran adalah hal yang wajar, karena pada akhirnya mereka juga akan menikah. Saat remaja, sering kali terusik dengan umpatan “kan sebeum menentukan pilihan, harus kenal dulu calon kita. Pacaran itu kan cara kita mengenal calon pasangan kita nantinya.”

Belajar Bahasa Arab - Indonesia [Percakapan 3: Profesi]

أَحْمَد: السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
 
بَدْرٌ: وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ


Ini saudaraku, dia seorang guru         أَحْمَد: هَذَا أَخِيْ، هُوَ مُدَرِّسٌ

بَدْرٌ: أَهْلاً وَسَهْلاً

Ini temanku, dia seorang insinyur         أَحْمَد: هَذَا صَدِيْقِيْ، هُوَ مُهَنْدِسٌ

بَدْرٌ: أَهْلاً وَسَهْلاً

Selamat jalan      أَحْمَد: مَعَ السَّلاَمَة

بَدْرٌ: مَعَ السَّلاَمَة



AudioLink DL
    Percakapan 3:  ProfesiZiddu 306kb
 
Copyright © 2013-2014. All Right Reserved by Ismi Islamia Fathurrahmi